This Is not the End

Hampir lima tahun, sejak kali terakhir saya menulis di blog lagi.

Semua berawal sekitar tujuh tahun yang lalu, tepatnya masa-masa SMA, yang cukup sering saya habiskan setiap akhir pekan untuk menulis di Blog. Blog pertama saya merupakan sebuah kumpulan-kumpulan cerita misteri berbau science fiction saya dapatkan dari berbagai sumber. Seingat saya, waktu itu saya sangat ketagihan dengan hal-hal propaganda hahaha 😎

Well, sekarang saya sudah selesai menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi nasional di Sulawesi Selatan dan tinggal beberapa langkah lagi menjadi seorang dokter. Ketika saya memutuskan untuk kembali menulis di blog, saya baru saja menyelesaikan ujian OSCE UKMPPD satu hari sebelumnya. Itu berarti hari ini, saya officially menjadi seorang NEET – not in education, employment and training. Thats a relief.

Untuk menjadi dokter seutuhnya dan dapat berpraktik dengan bebas dan bertanggung jawab, kami perlu Surat Izin Praktek (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR). Untuk mendapatkan kedua surat tersebut, kami harus melalui serangkaian ujian (baik itu tulis maupun lisan), dan diikuti dengan Internship sebagai finishing terakhirnya. Jadi, setelah seorang mahasiswa kedokteran menyelesaikan tahapan preklinik dan masa kliniknya (baca: adek koass), harus ada suatu ujian yang terstandarisasi secara nasional untuk mengukur kompetensi setiap dokter-dokter muda ini.

Ujian itu bernama Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Ujian ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah ujian Computer-based testing (CBT). Pada ujian ini, tiap mahasiswa profesi dokter akan dihadapkan pada 200 nomor soal yang terdistribusi terutama pada tingkat kompetensi 4A (mampu melakukan secara mandiri). Pengamatan saya menunjukkan banyak soal-soal ini adalah pengulangan dari soal-soal yang sudah diujikan pada Try Out AIPKI-TO yang menentukan bisa tidaknya kami maju ke UKMPPD- dan terutama soal-soal mengenai Jaminan Kesehatan Nasional dan BPJS. Ujian tahap ini harus diselesaikan dalam 200 menit.

Ujian tahap kedua adalah tipe Objective Structural Clinical Examination (OSCE). Ujian ini dilaksanakan seminggu setelah ujian CBT. Pada ujian ini tiap kandidat akan masuk ke ruangan tertentu dan menyelesaikan kasus di ruangan tersebut. Penguji dan pasien standar telah berada didalamnya. Soal-soalnya mencakup anamnesis, pemeriksaan fisik yang tepat, usulan pemeriksaan penunjang yang relevan, diagnosis kerja dan dua diagnosis banding, tatalaksana nonfarmakologi dan tatalaksana farmakoterapi (buat resep) serta edukasi pada pasien tersebut. Semua tingkat kompetensi ini akan distandarisasi pula pada tingkat profesionalisme dan sadar akan keterbatasan seorang dokter umum. In case, ada kasus sulit yang tingkat kompetensi diatas 4A harus dirujuk ke spesialisasi yang tepat pula. Seperti itu kira-kira. Dan, ujian ini terdiri atas 12 ruangan, dan wajib diselesaikan dalam jangka waktu 15 menit/ruangan.

Saat ini, kami telah selesai tahap-tahap tersebut dan sementara menunggu hasilnya yang akan diumumkan dalam sebulan lagi. This is not the end, this is just a part of the beginning of very long road ahead us. Setelah ini akan ada Internship dan PTT. Kemudian terserah teman sejawat sekalian apakah akan lanjut ke tahap Pendidikan Dokter Spesialis atau tidak. Dan, roda itu akan berputar sekali lagi. Begitu seterusnya, karena profesi ini menuntut pembelajaran seumur hidup. Hahaha 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s