Nostalgila Koass: Station 1 – Psikiatri

Jumat, 24 Oktober 2014
Sebelum semua kegiatan koas dimulai hari senin, beberapa hari sebelumnya koas-koas baru diwajibkan melapor dibagian ybs. Tujuannya sebagai penerimaan oleh Gubernur koas (orang paling berpengaruh dalam hidup koas di suatu bagian, baca: residen) dan sebagai tahap awal pengenalan bagian ybs dan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi didalamnya.

Di bagian psikiatri (baca: jiwa), melapor jatuh pada hari Sabtu, dua hari sebelum jadwal dinas dimulai, biasanya jam 10 pagi. Tetapi pada waktu itu, hari Sabtu ternyata hari Libur Nasional, sehingga jadwal penerimaan kami dimajukan ke hari Jumat, pukul 2 siang. Ke RS Dadi, siang-siang selepas shalat Jumat itu bagus untuk kesehatan otak, tapi tidak bagus untuk kesehatan kulit. Jarak RS Dadi (RS Pendidikan Psikiatri, alias Pusatnya) dan kampus sekitar 10 km, itu jarak yang cukup jauh, belum termasuk melewati beberapa titik rawan macet. Setibanya di RS Dadi, kami langsung menuju ke Ruang Penerimaan yang terletak paling belakang di RS ini. Kami berjumlah 13 orang, dengan rincian 8 dari UNHAS (5 Indonesia dan 3 Malaysia) dan 5 dari UMI. Hari itu yang menjadi gubernur masih dr. Grace, dan setelah penjelasan dan penerimaan kira-kira 30 menit, kami kemudian pulang. Waktu tempuh pergi/pulang dan waktu yang dihabiskan di sana sama, 30 menit.

Senin, 27 Oktober 2014

Hari ini adalah hari pertama saya masuk dunia koas. Sudah jelas, saya mengambil bagian psikiatri sebagai yang pertama. Kata senior-senior sih bagian ini yang paling santai, tugasnya sedikit, jaganya tidak terlalu berat, residennya oke dan semua yang baik-baik. Makanya disarankan untuk diambil paling awal. Untuk adaptasi.

Hari itu, saya dinas di Poli RS Dadi. Tidak banyak yang bisa saya ingat kembali, selain kami diwajibkan untuk meng-allo-anamnesis pasien (baru maupun kontrol) sebelum diserahkan ke residen atau supervisor. Jadi, setelah kami selesai, kami diwajibkan menuliskan apa-apa saja yang dapat kami gali dari pasien yang bersangkutan, termasuk keluhan-keluhan gilanya di kertas koas dalam rekam medik, juga TTV-nya. Residen lalu hanya akan mengkonfirmasi gejala-gejalanya, termasuk anamnesis khusus ke keluhannya (misal: pasien depresi dan cemas berbeda gejala klinis dan patokan diagnosisnya).

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s