Laporan Kasus – Gangguan Campuran Anxietas dan Depresi (F41.2)

Pedoman Diagnostik menurut PPDGJ-III:

Terdapat gejala-gejala anxietas maupun depresi, dimana masing-masing tidak menunjukkan rangkaian gejala cukup berat untuk menegakkan diagnosis tersendiri. Untuk anxietas beberapa gejala otonomik harus ditemukan walaupun tidak terus menerus, disamping rasa cemas atau khawatir berlebihan.

Bila ditemukan anxietas berat disertai depresi yang lebih ringan, maka harus dipertimbangkan kategori gangguan anxietas lainnya atau gangguan anxietas fobik.

Bila ditemukan sindroma depresi dan anxietas cukup berat untuk menegakkan masing-masing diagnosis, maka kedua diagnosis tersebut harus dikemukakan dan diagnosis gangguan campuran tidak dapat digunakan. Jika karena suatu hal hanya dapat dikemukakan satu diagnosis maka gangguan depresif harus diutamakan.

Bila gejala-gejala tersebut berkaitan erat dengan stress kehidupan yang jelas, maka harus digunakan kategori F43.2 gangguan penyesuaian.

Pada pasien ini terdapat gejala anxietas seperti kram-kram di badan, jantung berdebar-debar, tangan gemetar, dan keringat dingin. Pada pasien ini terdapat pula gejala depresi seperti afek depresif, susah tidur, pandangan suram dan pesimistik terhadap masa depan. Gejala-gejala ini tidak cukup berat untuk menegakkan diagnosis tersendiri sehingga digolongkan gangguan campuran anxietas dan depresi.

Prognosis dari perjalanan gangguan campuran anxietas dan depresi ini bonam/baik. Adapun faktor pendukungnya yaitu: 1) Faktor stressor jelas; 2) Kemauan diri untuk sembuh dari penyakit yang diderita; 3) RPM ( Riwayat Pre Morbid) baik; 4) Kemampuan finansial untuk berobat. Juga faktor penghambatnya yang tidak jelas.

Pemilihan rencana terapi dengan Alprazolam dan Fluoxetin. Alprazolam merupakan obat anti-anxietas yag efektif untuk anxietas antisipatorik, ‘onset of action’ lebih cepat dan mempunyai komponen efek anti-depresi. Fluoxetin termasuk dalam golongan obat anti-depresi SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor) yang memberi efek sedasi, otonomik, dan hipotensi sangat minimal. Karena ini adalah waktu berkujung pasien yang pertama kalinya, maka digunakan obat golongan SSRI yang efek sampingnya sangat minimal sehingga relatif aman.

Terima Kasih. Silakan Komentar dan Kritik yang membangun sangat diharapkan. Salam sejawat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s