Skripsi: Faktor-faktor Risiko Kejadian Gagal Ginjal Kronik/END-STAGE RENAL DISEASE (ESRD) pada Pasien Rawat Jalan di Unit Hemodialisa RSUD UNDATA Kota Palu, Sulawesi Tengah Tahun 2016

ABSTRAK
Latar Belakang: Gagal ginjal kronik atau ESRD (End-Stage Renal Disease) merupakan suatu kondisi klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang irreversible, yang membutuhkan terapi pengganti ginjal yang tetap untuk mempertahankan kehidupan, berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Data epidemiologi di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2013 memaparkan prevalensi penyakit ginjal kronik di Indonesia adalah 0,2% dari total populasi dan tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah (0,5%). Berdasarkan pemaparan di atas, penting untuk mengetahui faktor-faktor determinan kejadian penyakit ginjal kronik (PGK) menjadi ESRD, agar faktor-faktor ini dapat dimodifikasi untuk mencegah kejadian penyakit. 

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian gagal ginjal kronik di RSUD Undata Kota Palu tahun 2016.

Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain casecontrol study. Penelitian ini melibatkan 96 responden yang terbagi dalam 32 orang kelompok kasus dan 64 orang kelompok kontrol. Sampel dikumpulkan menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan analisis data dilakukan dengan program statistik.

Hasil: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa adanya riwayat hipertensi merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian gagal ginjal kronik (p<0,05; OR 6,36 95% CI 2,386 – 16,987), dan peningkatan tekanan darah memiliki hubungan bermakna terhadap kecenderungan kejadian gagal ginjal kronik dan terdapat pula hubungan bermakna antara pola minum obat antihipertensi terhadap kejadian gagal ginjal (p<0,05 OR 7,51 95% CI 0,036 – 0,490). Selain hipertensi, faktor lain yang diteliti yaitu diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, obesitas, dan riwayat merokok. Hasil analisis bivariat untuk riwayat diabetes adalah (p>0,05 OR 0,66 95% CI 0,215–2,034), kadar gula darah (p>0,05) dan pola keteraturan berobat diabetes (p>0,05 OR 1,500 95% CI 0,106-21,312). Analisis bivariat hiperkolesterolemia (p>0,05 OR 1,783 95% CI 0,680-4,677) dan pola pengobatan antihiperkolesterolemia (p>0,05 OR 1,286 95% CI 0,242-6,831). Hasil analisis bivariat riwayat obesitas (p>0,05 OR 1,162 95% CI 0,461-2,930). Dari segi perilaku merokok responden, riwayat merokok (p>0,05 OR 1,082 95% CI 0,419-2,796), durasi merokok (p>0,05 OR 4,36 95% CI 0,435-43,724). Tetapi, jumlah konsumsi rokok perhari memiliki hubungan (p<0,05) terhadap kejadian gagal ginjal kronik.

Kesimpulan dan Saran: Kesimpulan penelitian ini adalah faktor risiko yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian gagal ginjal kronik yaitu riwayat hipertensi dan terbukti bahwa peningkatan tekanan darah berisiko mengalami gagal ginjal kronik dibanding tekanan darah normal. Adapun faktor risiko lainnya seperti diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, obesitas, kebiasaan merokok, tidak terbukti berpengaruh terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada penelitian ini. Saran agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan skala lebih besar tentang faktor risiko gagal ginjal kronik ini, serta perlunya meneliti etiologi yang berperan langsung terhadap kejadian penyakit.

Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, End-stage Renal Disease (ESRD), Faktor Risiko, Hipertensi, Diabetes Melitus, Hiperkolesterolemia, Indeks Massa Tubuh (IMT), Perilaku Merokok

Daftar Pustaka: 29 (2001-2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s