Referat – Carpal Tunnel Syndrome/CTS (based on Journal)

Kondisi ini pertama kali dijelaskan oleh Paget pada tahun 1854, Carpal Tunnel Syndrome (CTS) tetap menjadi kondisi ‘membingungkan dan melumpuhkan’ yang umumnya dikeluhkan ke reumatologis dan dokter ortopedi. CTS adalah suatu neuropati kompresi, yang didefinisikan sebagai mononeuropati atau radikulopati yang disebabkan oleh distorsi mekanik yang dihasilkan oleh gaya tekan. Pedoman Klinis Diagnosis CTS menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) mendefinisikan CTS sebagai neuropati kompresi dari nervus medianus pada pergelangan tangan.

Continue reading

Referat – Malformasi Arteriovenosa/AVM (based on Journal)

Apa yang mendorong kami untuk menulis artikel ini adalah sejumlah pasien dalam pengalaman kami yang kami tidak tahu kategori pembuluh darah apa yang tepat pada mereka dan manajemen selanjutnya yang tepat. Kami tidak bertujuan untuk melaporkan kasus pasien kami tapi misi kami adalah untuk menggambarkan bagaimana mengenali sebuah malformasi arteriovenosa (AVM) dari malformasi vaskular lainnya dan terlebih lagi bagaimana menangani mereka. 

Continue reading

Referat – Konseling Prakonsepsi

Memiliki bayi yang sehat adalah harapan setiap keluarga di semua komunitas. Selain itu, mengurangi angka kematian bayi adalah tujuan kesehatan nasional di sebagian besar negara. Secara tradisional, perawatan obstetrik telah difokuskan untuk memastikan bayi yang sehat lahir hidup, bebas dari efek kerusakan iskemik hipoksia dan infeksi perinatal. Meskipun tidak semua masalah dalam kehamilan dapat dicegah, tetapi mengidentifikasi faktor risiko dan melakukan tindakan yang tepat akan hal tersebut dapat meningkatkan jumlah bayi sehat.

Continue reading

Skripsi: Faktor-faktor Risiko Kejadian Gagal Ginjal Kronik/END-STAGE RENAL DISEASE (ESRD) pada Pasien Rawat Jalan di Unit Hemodialisa RSUD UNDATA Kota Palu, Sulawesi Tengah Tahun 2016

ABSTRAK
Latar Belakang: Gagal ginjal kronik atau ESRD (End-Stage Renal Disease) merupakan suatu kondisi klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang irreversible, yang membutuhkan terapi pengganti ginjal yang tetap untuk mempertahankan kehidupan, berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Data epidemiologi di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2013 memaparkan prevalensi penyakit ginjal kronik di Indonesia adalah 0,2% dari total populasi dan tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah (0,5%). Berdasarkan pemaparan di atas, penting untuk mengetahui faktor-faktor determinan kejadian penyakit ginjal kronik (PGK) menjadi ESRD, agar faktor-faktor ini dapat dimodifikasi untuk mencegah kejadian penyakit. 

Continue reading

Laporan Kasus – STEMI Inferior (ST Segmen Elevation Inferior Myocardial Infarction Onset < 12 Hours KILLIP I with Spontaneous Reperfusion) + Referat

Seorang laki-laki usia 52 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri dialami kurang lebih 11 jam yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Nyeri seperti tertekan yang tembus ke punggung dan menjalar ke lengan kiri dan leher. Durasi ยฑ 15 menit. Terjadi pada saat pasien bekerja di sawah dan kemudian pingsan ยฑ 1 jam. Pasien juga mengeluhkan keringat dingin. Tidak ada sesak nafas. Tidak ada demam. Tidak ada mual dan muntah. Riwayat nyeri dada sebelumnya sejak 1 bulan yang lalu, menghilang dengan istirahat. Riwayat sesak nafas sebelumnya disangkal. Riwayat hipertensi ada, diketahui sejak ยฑ 2 bulan lalu. Riwayat merokok tidak ada, riwayat konsumsi alkohol tidak ada. Riwayat diabetes mellitus tidak diketahui. Riwayat penyakit jantung sebelumnya tidak ada. Riwayat keluhan yang sama dan penyakit jantung di keluarga tidak ada.

Continue reading

Referat dan Laporan Kasus – ODS Ocular Myasthenia Gravis

Myasthenia Gravis (MG) adalah gangguan autoimun dimana autoantibodi menyerang reseptor dari taut neuromuskuler/neuro-muscular junction (NMJ) dari otot skelet. MG paling sering umum dan sistemik. Manifestasi awal dari MG sering gejala okuler, dengan ptosis menjadi tanda presentasi yang paling umum; diplopia sering ditemukan pula. Ketika gejala dari MG terisolasi hanya di otot periokular, kondisi ini disebut miastenia gravis okular (OMG). Ditandai dengan adanya variabilitas dalam derajat ptosis pada siang hari dan dapat disertai keluhan diplopia. Ocular myasthenia gravis (OMG) dapat menyerupai gangguan nervus kranialis, gaze palsies, oftalmoplegia internuklear, blefarospasme dan juga stroke.

Continue reading